Kubu Raya post author Kiwi 01 September 2026

Siap Hadapi Dampak Karhutla, ITEKES Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Rumah Oksigen untuk Warga

Photo of Siap Hadapi Dampak Karhutla, ITEKES Muhammadiyah Kalbar Aktifkan Rumah Oksigen untuk Warga

KUBU RAYA, SP - Mengantisipasi dampak kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada musim kemarau, ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat mengaktifkan Rumah Oksigen sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Rumah Oksigen tersebut mulai diaktifkan pada Senin (31/8/2026) di Kampus ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Jalan Sungai Raya Dalam, Gang Ceria V, Kabupaten Kubu Raya. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat pertolongan awal bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Kehadiran Rumah Oksigen merupakan bagian dari gerakan “One Muhammadiyah One Response” yang diinisiasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Melalui fasilitas tersebut, ITEKES Muhammadiyah Kalbar berupaya memberikan respons cepat sekaligus layanan kesehatan dasar secara gratis kepada masyarakat selama kondisi kabut asap berlangsung.

Ketua Badan Pembina Harian ITEKES Muhammadiyah Kalbar, H. Nilwani, mengatakan Rumah Oksigen merupakan bentuk nyata kepedulian kampus terhadap masyarakat sekaligus implementasi dakwah bil hal dan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

“Sebagai kampus Muhammadiyah, dakwah kami tidak hanya di mimbar. Dakwah bil hal adalah ketika ilmu yang kami ajarkan turun langsung menolong umat. Melalui Rumah Oksigen ini, kami mengamalkan Catur Dharma melalui pendidikan, penelitian, pengabdian, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Ia menegaskan, layanan tersebut terutama ditujukan bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak polusi udara, seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki riwayat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Sementara itu, Rektor ITEKES Muhammadiyah Kalbar, Dr. Lidya Hastuti, menjelaskan bahwa Rumah Oksigen telah dipersiapkan dengan dukungan dosen dan mahasiswa relawan dari berbagai program studi kesehatan.

“Layanan yang kami sediakan meliputi pemberian oksigen, terapi nebulizer, ruang istirahat, pemeriksaan kesehatan dasar, serta edukasi pencegahan ISPA akibat asap,” jelasnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan asap, sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kualitas udara menurun.

Aktivasi Rumah Oksigen turut dihadiri Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat, unsur civitas akademika ITEKES Muhammadiyah Kalbar, relawan, mitra kesehatan, serta awak media.

Ke depan, ITEKES Muhammadiyah Kalbar akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan layanan dengan kondisi di lapangan. Selain membuka layanan Rumah Oksigen, kampus juga menyiapkan kegiatan penyuluhan kesehatan dan pembagian masker di sejumlah titik yang terdampak kabut asap.

ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat juga mengajak pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya penanganan dampak Karhutla.

“Dari kampus ini, kami ingin menunjukkan bahwa ilmu dan kepedulian harus berjalan beriringan,” tutup Lidya.

Tentang ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat

ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat merupakan perguruan tinggi di bawah naungan Muhammadiyah yang berfokus pada bidang ilmu kesehatan dan teknologi. Dengan semangat “Berkemajuan”, ITEKES Muhammadiyah Kalbar berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang unggul, profesional, dan memiliki jiwa kemanusiaan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda